Title: MINGGU 02
1MINGGU 02
- Karya tatabahasa Melayu dan pembentukan kata
2 KARYA AWAL TATABAHASA MELAYU
- Daftar kata yang dihasilkan oleh Pigafetta,
Elbinck dan C. Houtman pada abad ke-16. - Bentuk kamus dan huraian tatabahasa oleh penulis
Belanda seperti F. De Houtman (1803), Wiltens
Dankaerts (1623), Heumius (1650), dan Gueynier
(1677). - Karya yang paling berjaya pada masa itu ialah
karya Werndly (1736). - Sumbangan orang Inggeris bermula pada kurun
ke-19, seperti Marsden (1812), W. E. Maxwell
(1882), Shellaber (1899), dan R.O. Winstedt
(1913). - Penulis lain yang terlibat ialah Eliot (1825), de
Hollander (1845), A.P. Favre (1876), Klinkert
(1879), Pijnappel (1888), dan Roorda Van Eysinger
(1939).
3KARYA AWAL TATABAHASA MELAYU
- Bustanul Katibin (1857)
- Pemimpin Johor (1878)
- Kitab Permulaan Pertuturan Melayu (1911) oleh
Abdullah bin Abd. Rahman - Senjuh Suratan (1922) oleh Mohd Shah bin Yusof
- Kitab Pelita Mengarang (1925) oleh O.T. Dussek
dan Mohd Hashim bin Hj. Talib - Kitab Punca Bahasa (1928) oleh Abdullah bin Talib
- Rencana Melayu (1928) oleh Raja Hj. Mohd Tahir
bin Mursyid Riau - Ilmu Mengarang Melayu (1934) oleh Zaba
- Kitab Penanggam Bahasa (1936) oleh Ibrahim bin
Hj. Salam - Kitab Permulaan Mengarang (1936) oleh Syed
Muhammad bin Othman - Jalan Bahasa Melayu (1937) oleh Dato Hj.
Muhammad Said bin Sulaiman - Penokok dan Penambah dalam Bahasa Melayu (1939)
oleh Dato Hj. Muhammad Said bin Sulaiman - Pelita Bahasa Melayu (1940) oleh Zaba
4TATABAHASA RUJUKAN
- Asmah Haji Omar. (1993). Nahu Melayu Mutakhir.
Kuala Lumpur Dewan Bahasa dan Pustaka - Hasan Alwi et. al. (2000). Tata Bahasa Baku
Bahasa Indonesia. Jakarta Balai Pustaka - Liaw Yock Fang dan Abdullah Hassan. (1994). Nahu
Melayu Moden. Kuala Lumpur Fajar Bakti Sdn. Bhd. - Nik Safiah Karim et. al. (1993). Tatabahasa Dewan
Edisi Baharu. Kuala Lumpur Dewan Bahasa dan
Pustaka.
5Hasan Alwi, et. al. (2000). Tatabahasa Baku
Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta Balai
PustakaDaftar Isi
- Bab I Pendahuluan 01
- Bab II Beberapa Pengertian Dasar 25
- Bab III Bunyi Bahasa dan Tata Bunyi 47
- Bab IV Verba 87
- Bab V Adjektiva 171
- Bab VI Adverbia 197
- Bab VII Nomina, Pronomina, dan Numeralia 213
- Bab VIII Kata Tugas 287
- Bab IX Kalimat 311
- Bab X Hubungan Antarklausa 385
- Bab XI Wacana 419
6Nik Safiah Karim et. al. (1993). Tatabahasa Dewan
Edisi Baharu. Kuala Lumpur Dewan Bahasa dan
PustakaDaftar Isi
- Sejarah Ringkas Bahasa Melayu
- Variasi Bahasa Melayu
- Morfologi Satu Pengenalan
- Pembentukan Kata
- Golongan Kata
- Kata Nama
- Kata Kerja
- Kata Adjektif
- Kata Tugas
- Pembentukan Kata Baharu
- Sintaksis Satu Pengenalan
- Frasa Nama
- Frasa Kerja
- Frasa Adjektif
- Frasa Sendi Nama
- Ayat
- Ayat Tunggal
- Ayat Majmuk
- Proses Penerbitan Ayat
7Asmah Hj. Omar. (1993). Nahu Melayu Mutakhir.
Kuala Lumpur Dewan Bahasa dan PustakaDaftar Isi
- Pendekatan
- Morfem dan Penambah
- Kata
- Kata Nama
- Pembentukan Kata Nama Berlapis
- Pembentukan Kata Nama Berlapis dengan Penambah
Pinjaman - Kata Ganti Nama
- Kata Bilangan
- Kata Kerja dan Kata Kerja Leksikal
- Kata Kerja Bantu
- Pembentukan Kata Kerja Berlapis
- Kata Sifat
- Pembentukan Kata Sifat Berlapis
- Pembentukan Kata Sifat Berlapis dengan Penambah
Pinjaman
8Asmah Hj. Omar. (1993). Nahu Melayu Mutakhir.
Kuala Lumpur Dewan Bahasa dan Pustaka
- Kata Nafi
- Kata Supraayat pun, juga, jua, pula, sahaja
- Kata Adverba
- Partikel dan Penghubung
- Kata Majmuk
- Penggandaan
- Frasa
- Frasa Nama
- Frasa Bilangan
- Frasa Kerja
- Frasa Sifat
- Frasa Preposisi
- Frasa Adverba
- Klausa
- Ayat
- Ayat dan Sistem
- Ayat dan Modus
9Liaw Yock Fang dan Abdullah Hassan. (1994). Nahu
Melayu Moden. Kuala Lumpur Fajar Bakti Sdn.
Bhd.Daftar Isi
- Kata Nama dan Kata Ganti Nama
- Kata Bilangan dan Kata Sifat
- Kata Kerja
- Kata Keterangan
- Kata Tugas
- Imbuhan
- Kata Majmuk dan Kata Ganda
- Frasa
- Bahagian Ayat dan Fungsinya
- Ayat dan Ayat Inti
- Klausa
- Ragam dan Jenis Ayat
10Rumusan
- Penulisan awal tatabahasa Melayu telah diterokai
oleh penulis Belanda dan Inggeris. Karya yang
dianggap besar dan berjaya pada masa itu ialah
karya Werndly (1736), Marsden (1812), Shellabear
(1899), dan Winstedt (1913). - Karya penulis tempatan yang paling awal ialah
Bustanul Katibin (1857), dan Pemimpin Johor
(1878). Karya awal tatabahasa Melayu yang
terpenting ialah Pelita Bahasa oleh Zaba. - Karya tatabahasa Melayu moden yang terkemuka
ialah Tatabahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi
Ketiga (2000), Tatabahasa Dewan Edisi Baharu
(1993), Nahu Melayu Mutakhir (1993), dan Nahu
Melayu Moden (1994). - Bidang yang dicakupi dalam kebanyakan buku
tatabahasa moden ialah morfologi dan sintaksis.
11PEMBENTUKAN KATA
- Proses bagaimana sesuatu kata itu dicipta,
dibentuk, atau diwujudkan dalam sesuatu bahasa,
daripada tiada kata kepada ada kata. Pewujudannya
melalui dua sumber, iaitu - Asal bahasa
- Pembentukan melalui proses tertentu
12PEMBENTUKAN KATAAsal Bahasa
- Keluarga Indonesia
- Keluarga Melanesia
- Keluarga Mikronesia
- Keluarga Polinesia
13PEMBENTUKAN KATAPembentukan kemudian melalui
proses tertentu
- Peleburan Fonem
- Peluasan Kata
- Penyingkatan
- Pinjam Terjemah
- Peluasan Makna
- Penyempitan Makna
- Perubahan Makna
- Pengimbuhan
- Penambahan
- Penggabungan
- Analogi
- Makna Khusus
- Penciptaan
- Akronim
14Proses Pengimbuhan
- Kata akar / dasar diberi imbuhan, sama ada
awalan, sisipan, akhiran atau apitan (Morfem
Terikat Terbahagi Serentak atau Morfem Terikat
Terbahagi Bertingkat). Contoh - Serap,diserap, menyerapi, diserapi, menyerapkan,
diserapkan, penyerapan, penyerap, terserap, zat
penyerap, kedayaserapan, daya serap
15Proses Penambahan
- Memberi penambahan kepada kata akar satu suku
kata. Contoh - Penambah bu yang bermaksud sesuatu yang berbentuk
bulat - atau seumpama dengannya.
- bu lat bulat bu kit bukit
- bu jur bujur bu luh buluh
- bu lan bulan bu sut busut
- bu ih buih bu tir butir
- Penambah kit yang bermaksud naik ke atas
- bang kit bangkit ra kit rakit
- jung kit jungkit ung kit ungkit
-
16Proses Penggabungan
- Peleburan kata atau bahagian kata kepada satu
kata melalui gabungan satu atau lebih kata akar /
kata dasar. Kemudian diberi makna yang berbeda
daripada kata asal. - Terdapat tiga jenis penggabungan, iaitu
- gt Perangkaian menjadi satu
- Contoh beritahu, jawatankuasa, olahraga,
bumiputera - gt Penggunaan sempang
- Contoh batu-pasir, roda-gigi, dua-sendi,
mesin- kira - gt Penulisan secara terpisah
- Contoh atur cara, rumah tangga, tengah
hari, jalan raya, alat tulis, kahwin
campur
17Proses Analogi
- Bentuk tatabahasa dan leksikal yang berobah
disebabkan oleh - pengaruh pola seragam lain dalam bahasa, iaitu
bentuk yang sudah - lazim digunakan. Contoh
- Jurumudi jurubayar, jurubicara / cakap,
jurukamera, jurukira, - jurumasak, juruselam, jururunding
- Tatabahasa tatakrama / adab, tatabahana,
tatabusana, tatacahaya, tataniaga, tatasurya,
tatawarna, tatahidup - Lelaki cecair, sesendi, pepenjuru, pepejal,
cecincin, gegelang - Tunasusila tunaaksara, tunabusana, tunadaksa,
tunaganda, tunalaras, tunagrahita, tunanetra,
tunawicara - Prasangka pralahir, prameswari, prakala,
prakarsa, prakonsep -
18Pemberian Makna Khusus
- Kata umum diberikan makna khusus sehingga menjadi
istilah, iaitu kata atau gabungan kata yang
mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan atau
sifat yang khas dalam bidang tertentu. Contoh - Surih gores, garis, bekas, jejak atau kesan
yang dilalui siput - atas daun pisang
- Surih menyurih peta (istilah Geografi)
- Rumah bangunan untuk tempat tinggal
- Rumah rumah duka, rumah judi, rumah panas
(istilah sosial) - Morfologi struktur bahasa yang mencakup kata
dan bahagian kata - (istilah Linguistik)
- Morfologi ilmu tentang bentuk luar dan susunan
makhluk hidup - (istilah Biologi)
- Morfologi struktur luar batu batan dan
hubungannya dengan - ciri topografi (istilah Geografi)
19Proses Penciptaan
- Proses pembentukan kata baharu daripada unsur
morfologi yang sedia ada, secara sengaja atau
berdasarkan kiasan. Contoh - Kiwi Burung sebesar ayam jantan yang bersayap
kecil, tetapi - tidak dapat terbang, berbulu seperti rambut
dan terdapat di Australia - Kiwi Jurupetak dalam perahu
- Kiwi Jenama pengilat kasut
- Contoh lain Fab, Breeze, Ajinomoto
20Akronim
- Kata yang terbentuk daripada huruf awal kata
dalam sesuatu frasa. Singkatan kata itu ditulis
dan dilafazkan sebagai satu kata yang wajar.
Contoh - ABIM UMNO PAS
- ASAS 50 MESTI ASEAN
- BERNAMA INTAN GERAKAN
- IPTAR KEJORA LUTH
- PROTON GAPENA PORTUGAL
21Peleburan Fonem dan Suku Kata
- Percantuman unsur linguistik atau penggabungan
bunyi bahasa atau kata. Kata itu digabungkan
menjadi satu dengan meleburkan fonem atau suku
kata yang sama. - Suku kata ialah satu struktur yang terdiri
daripada fonem atau urutan fonem. Contoh - meN salin menyalin
- meN kagum mengagum
- beR rantai berantai
- beR rakit berakit
- beR rentetan berentetan
-
22Peluasan Kata
- Proses meluaskan kata atau frasa dengan meluaskan
konteks penggunaannya. Contoh - Bikini Nama sebuah pulau di lautan Pasifik
Barat - Bikini Pakaian renang wanita yang hanya terdiri
daripada celana dalam, dan kain penutup payu
dara - Monokini Celana renang wanita
23Penyingkatan
- Istilah umum yang mencakupi akronim, kontraksi,
pemendekan dan pemangkasan huruf atau gabungan
huruf. Contoh - bas Prof. TV
- LLN SMA dsb
- dll hlm. Dr.
- UPM UKM USM
24Pinjam Terjemah
- Peminjaman kata atau frasa yang melibatkan
penerimaan sepenuhnya pola tatabahasa dan
maknanya, tetapi unsur-unsurnya digantikan dengan
bunyi dan morfem bahasa sasaran dan / atau bahasa
pinjaman. Contoh - bound morpheme morfem terikat
- yellow culture budaya kuning
- honey moon bulan madu
- network jaringan
- balanced budget anggaran berimbang
- status quo esprit de corps
- ceteris paribus
25Peminjaman Kata
- Penerimaan unsur-unsur daripada bahasa sumber
kepada bahasa sasaran melalui pertembungan atau
peniruan. - Bahasa sumber mungkin terdiri daripada bahasa
sekeluarga atau bahasa asing. Contoh - bahasa sekeluarga bahasa Sanskrit bahasa lain
- gambut (Banjar) pujangga baldi
- nyeri (Sunda) penjara almari
- gawai (Jawa) puspa biologi
- luah (Bali) amra psikologi
- purbakala senapang
26Peluasan Makna
- Proses meluaskan makna kata atau frasa dengan
meluaskan konteks penggunaannya. Contoh - belayar - memakai layar
- - mengharungi lautan dengan kapal / perahu
- - tidur dengan lena
- - meninggal dunia
- dara - anak perempuan yang belum kahwin gadis
perawan - - ternakan betina yang berumur lebih daripada
satu tahun dan belum pernah beranak atau
bertelur - - burung merpati (columba domestica)
27Penyempitan Makna
- Proses menyempitkan makna kata atau frasa dengan
menyempitkan konteks penggunaannya. Contoh - Tuan - orang tempat mengabdi
- - orang yang memberi pekerjaan majikan
- - orang laki-laki yang patut dihormati
- - wanita bangsawan
- - kata ganti nama kedua lelaki dan perempuan
- Puan - tempat sirih emas atau perak
- - isteri datuk
- - nyonya (lawan tuan)
- - kelapa yang enak isinya, dan mudah hancur
- - cairan susu asli (kambing, sapi)
- - wanita yang patut dihormati
28Perubahan Makna
- Perubahan makna kata yang boleh berupa peluasan,
penyempitan, atau pengalihan, dan positif atau
negatif. Contoh - hamba - abdi, budak suruhan
- - kata ganti pertama (merendah diri)
- khalwat - mengasingkan diri di tempat sunyi
untuk bertafakur beribadah - - berdua-duaan lelaki perempuan yang bukan
muhrim di tempat sunyi atau tersembunyi - patik - budak belian, hamba tebusan
- - kata ganti diri ketika menghadap raja
- - anak anjing
- contoh lain gerombolan, wisma, berahi,
mengancam
29PERKATAAN
- Unit ujaran yang bebas
- Mengandung makna yang lengkap
- Satu atau gabungan beberapa bentuk fungsi bahasa
-
30PERKATAAN
-
- Kata Tunggal/Dasar Kata Jadian/Turunan
-
- pengimbuhan pemajmukan penggandaan
31KATA TUNGGAL/DASAR
- Satu bentuk dasar/tunggal
- Tidak mengalami proses morfologi
- Unit Bebas Kata tunggal bentuk bebas
- Tidak bergantung pada unit lain
- Dapat berdiri sendiri sebagai ayat yang
lengkap - Kata Tugas Memerlukan unit bebas yang lain
- Tidak dapat berdiri sendiri
- Akronim Terbentuk melalui proses gabungan
- Berupa suku kata atau huruf
32KATA JADIAN/TURUNAN
- Kata Terbitan kata dasar yang menerima imbuhan
- Kata Majmuk dua kata dasar atau lebih yang
dirangkaikan menjadi satu kesatuan - - kata nama majmuk
- - kata kerja majmuk
- - kata adjektif majmuk
- - kata tugas majmuk
- Kata Ganda pengulangan/penggandaan kata dasar
- - dwipurwa
- - dwilingga
- - pengulangan berimbuhan
- - pengulangan variasi bunyi
33PEMBENTUKAN KATA TUNGGAL
- gt satu suku kata
- gt dua suku kata
- gt tiga suku kata
- gt empat suku kata atau lebih
- gt akronim
34KATA TUNGGAL SATU SUKU KATA
- yu
- am
- cat
- draf
- bank
- skru
- skrip
- had
- pos
- cip
- bab
- bas
- tik
- rab
- ram
- rak
- sup
- sut
35KATA TUNGGAL DUA SUKU KATA
- ubi u bi
- usang u sang
- impi im pi
- embun em bun
- buih bu ih
- leka le ka
- pulut pu lut
- sendu sen du
- benteng ben teng
- kayu ka yu
- jual ju al
- kacau ka cau
- layak la yak
- runcit run cit
- sukar su kar
- mata ma ta
- batu ba tu
- roti ro ti
- abstrak abs trak
- rantai ran tai
36KATA TUNGGAL TIGA SUKU KATA
- niaga ni a ga
- siuman si u man
- idea i de a
- mulia mu li a
- tempua tem pu a
- belangkas be lang kas
- maruah ma ru ah
- tempias tem pi as
- aroma a ro ma
- isyarat i sya rat
- antara an ta ra
- berita be ri ta
- kembara kem ba ra
- ilmiah il mi ah
- sastera sas te ra
- riwayat ri wa yat
- matlamat mat la mat
- kerangka ke rang ka
- sempurna sem pur na
- rahsia rah si a
- Kelantan Ke lan tan
- kelmarin kel ma rin
37KATA TUNGGAL EMPAT SUKU KATA ATAU LEBIH
- maharajalela ma ha ra ja le la
- darmawisata dar ma wi sa ta
- senderayan sen de ra yan
- utilitarian u ti li ta ri an
- zabaniah za ba ni ah
- kodifikasi ko di fi ka si
- onderneming on der ne ming
- papakerma pa pa ker ma
- paradigma pa ra dig ma
- paramasastera pa ra ma sas te ra
- Makrokosmos mak kro kos mos
- keluarga ke lu ar ga
- bijaksana bi jak sa na
- senantiasa se nan ti a sa
- selesema se le se ma
- munasabah mu na sa bah
- sentimeter sen ti me ter
- singgahsana sing gah sa na
- nasional na si o nal
- universiti u ni ver si ti
- cenderawasih cen de ra wa sih
- Kurikulum ku ri ku lum
38AKRONIM
- Singkatan gabungan huruf awal suku kata, atau
gabungan huruf awal dan suku kata daripada satu
rangkai kata, dan disebut dengan wajar - CARA PENULISAN AKRONIM
- Singkatan huruf awal rangkai kata
- ABIM Angkatan Belia Islam Malaysia
- ADUN Ahli Dewan Undangan Negeri
- Gabungan huruf awal atau suku kata bukan nama
khas - Tadika Taman Disikan Kanak-Kanak
- Tabika Taman Bimbingan Kanak-Kanak
- Gabungan huruf awal atau suku kata nama khas
- MARA Majlis Amanah Rakyat
- GAPENA Gabungan Penulis Nasional
39CONTOH AKRONIM
- Angkasa Angkatan Kerjasama Kebangsaan
- ASAS 50 Angkatan Sasterawan 1950
- ASEAN Association of South East Asian Nation
- Bernama Berita Nasional Malaysia
- FAMA Federal Agricultural Marketing Authority
- FELDA Federal Land Development Authority
- INTAN Institut Tadbiran Awam Negara
- IPTAR Institut Penyiaran Tun Abdul Razak
- KOBENA Koperasi Belia Nasional
- MALINDO Malaysia Indonesia
- SETPOL Setiausaha Politik
40KATA TERBITAN
- Kata yang terhasil melalui proses pengimbuhan,
iaitu proses yang menggandingkan imbuhan pada
kata dasar - JENIS IMBUHAN
- Awalan hadir sebelum kata dasar
- Akhiran hadir selepas kata dasar
- Apitan hadir serentak pada bahagian awal dan
bahagian akhir kata dasar - Sisipan hadir di celahan kata dasar
41KATA TERBITAN BERAWALAN
- Awalan Kata Nama
- pe - penyimpan juru - jurutulis
- pem - pembantu maha - mahaguru
- pen - pendamai tata - tatabahasa
- peng - penggoda pra - pratonton
- penge - pengekod sub - subkultur
- pel - pelajar supra - supranasional
- per - perburu eka - ekakutub
- ke - ketua dwi - dwikepak
- swa - swakaji panca - pancaindera
42AWALAN KATA KERJA
- me merasa, meraba
- mem membantu, membuta
- men mendayung, menduda
- meng menggaru, mengganas
- menge mengeram, mengehad
- memper memperindah
- ber bersantai, berlagu
- be berantai, berenang
- bel belunjur, belajar
- ter terlaju, terlayang
- di diketawa, dijeling
- diper diperoleh,diperdua
43AWALAN KATA ADJEKTIF
- ter termerah te teruncing
- tertinggi terendah
- tertua teranum
- tergagah teramah termuda terancak
- terlaju terendam
- teringin
- se seindah, sehitam, setebal, sekeras, selena,
- sekotor, sependek, sejarang, serapi, setinggi
-
44KATA TERBITAN BERAKHIRANAkhiran Kata Nama
- an makanan, tulisan,manisan, kritikan
- wan budayawan, hartawan, sasterawan, karyawan
- man budiman, seniman
- wati seniwati
- isme kapitalisme, kelantanisme, nasionalisme
- in, at, ah hadirin, muslimin, hadirat, muslimat,
sultanah - ustazah
45Akhiran Kata Kerja
- kan gunakan
- luaskan
- menangkan
- tuangkan
- musnahkan
- merdekakan
- kenakan
- sampaikan
- matikan
- padamkan
- biarkan
- i sakiti
- jauhi
- dekati
- hindari
- baiki
- sirami
- masuki
- dekati
- hadiahi
- mulai
- pelajari
46KATA TERBITAN BERAPITANApitan Kata Nama
- pean - pelaksanaan, pelantikan, pelucutan
-
- peman - pembuatan, pembunuhan, pembaikan
- penan - pencapaian, penswastaan, pendudukan
- pengan - penggantungan, pengguguran
- pengean - pengeraman, pengeboman, pengehadan
- peran - persatuan, perdamaian, pertubuhan
- pelan - pelajaran, pelbagaian
- kean - keadilan, kebahasaan, kesungguhan
47APITAN KATA KERJA
- mekan melukakan
- menkan mendermakan
- memkan membebankan
- mengkan menggoyangkan
- mengekan mengehadkan
- berkan berbantalkan
- beran berdekatan
- dikan dibiarkan
- mei memerahi
- Meni mendepani
- Mengi menganggotai
- dii disayangi
- diperkan dipertontonkan
- diperi dipergauli
- memperkan memperkatakan
- memperi mempercayai
- kean ketulangan
- kedinginan
48APITAN KATA ADJEKTIF
- kean - kemelayuan
- kecinaan
- keinggerisan
- kearaban
- kejantanan
- keemasan
- keamerikaan
- keanak-anakan
- kebetinaan
- kelaki-lakian
- kemalu-maluan
49KATA TERBITAN BERSISIPAN
- Sisipan Kata Adjektif
- el - kelebak
- selerak
- gelembung
- er - serabut
- gerigi
- jerebu
- em - gemilang
- gemuruh
- semerbak
- gemerlap
- kemilau
- Sisipan kata Nama
- el - telunjuk
- kelabut
- kelengkeng
- telapak
- er - seruling
- keruping
50KATA MAJMUK
- Proses yang merangkaikan dua atau lebih
perkataan, dan perangkaian perkataan itu akan
mewujudkan makna tertentu yang berbeda daripada
makna sebelumnya. - Kata majmuk dapat dibahagikan kepada tiga
kelompok, iaitu -
- - rangkai kata bebas, termasuk nama jawatan
- - istilah khusus
- - maksud kiasan
51RANGKAI KATA BEBAS
- cita rasa
- janji temu
- alat tulis
- menteri besar
- pegawai tadbir
- jaya diri
- kapal terbang
- kereta lembu
- lembu kereta
- ketua polis negara
-
- jalan raya
- meja tulis
- terima kasih
- ketua menteri
- naib canselor
- kereta api
- kemas kini
- kenal pasti
- pasar raya
- timbalan ketua sidang
52ISTILAH KHUSUS
- ulang kaji
- reka bentuk
- kertas kerja
- mata pelajaran
- isi padu
- reka cipta
- lut cahaya
- reka letak
- kaji selidik
- urus niaga
- kaji bumi
- hasil darab
- kaji cuaca
- latih tubi
- rukun negara
- segi tiga
- surat cara
- susut nilai
- kata sandang
- kata terbitan
53MAKSUD KIASAN
- buah hati
- duit kopi
- pilih kasih
- kaki bangku
- bulan madu
- tumbuk rusuk
- kaki judi
- mulut tempayang
- naik minyak
- telinga putih
- naik angin
- nujum Pak Belalang
- pahit darah
- anak bena
- telinga nipis
- kecil hati
- patah hati
- buah tangan
- bahasa dalam
- buaya darat
54BENTUK KATA MAJMUK YANG TELAH MANTAP
- antarabangsa
- beritahu
- bumiputera
- jawatankuasa
- kakitangan
- kerjasama
- olahraga
- matahari
- setiausaha
- sukarela
- suruhanjaya
- tandatangan
- tanggungjawab
- warganegara
- pesuruhjaya
55PENGGANDAAN KATA MAJMUK
- Gandaan Unsur Pertama kertas-kertas kerja
- mata-mata pelajaran
- perdana-perdana menteri
- pegawai-pegawai tadbir
- naib-naib canselor
- Gandaan Seluruh Unsur kakitangan-kakitangan
- suruhanjaya-suruhanjaya
- setiausaha-setiausaha
- pesuruhjaya-pesuruhjaya
- warganegara-warganegara
56PENGIMBUHAN KATA MAJMUK
- Imbuhan Awalan dan Akhiran ambil kira mengambil
kira - ubah suai diubah suai
- uji bakat menguji bakat
- daya serap daya serapan
- kemas kini dikemas kini
- Imbuhan Apitan ubah suai mengubahsuaikan
- kemas kini pengemaskinian
- pindah milik dipindahmilikkan
- tandatangan menandatangani
- cina buta dicinabutakan
57KATA GANDA
- Kata yang terbentuk daripada kata yang diulang
atau digandakan sebahagian atau seluruh kata
dasar - PENGGANDAAN PENUH
- Penggandaan seluruh kata dasar, dan diberi tanda
sempang. Contoh - bodoh-bodoh manis-manis duduk-duduk
- pegawai-pegawai kehendak-kehendak kekasih-kekasih
- pemimpin-pemimpin tanaman-tanaman apa-apa
- mana-mana hidup-hidup mangga-mangga
- jemput-jemput bukan-bukan siapa-siapa
58GANDAAN SEPARA
- Penggandaan sebahagian kata dasar sahaja sama
ada di hadapan atau di belakang. - PENGULANGAN SUKU KATA PERTAMA
- laki - lalaki - lelaki
- langit - lalangit - lelangit
- kuda - kukuda - kekuda
- tupai - tutupai - tetupai
- daun - dadaun - dedaun
- PENGULANGAN KATA DASAR UTAMA
- Berjalan-jalan, seindah-indah, tercari-cari,
cinta-mencintai, tolong-menolong,
kejar-mengejari, dirayu-rayu, intai-mengintai
59GANDAAN BERENTAK
- Penggandaan kata dasar mengikut rentak bunyi
tertentu. - Gandaan Suku Kata Awal licin-licau,
remuk-redam, warna- warni, corat-coret,
kelap-kelip, - serba-serbi
- Gandaan Suku Kata Akhir sayur-mayur,
saudara-mara - terang-benderang, punah-ranah,
kuih-muih, saki-baki, calar-balar,
haru-biru
60GANDAAN YANG LAIN
- Gandaan Konsonan gunung-ganang, susup-sasap,
gopoh-gapah, - suku-sakat, deram-derum, desas-desus,
- gedebak-gedebuk
- Gandaan Bersisipan tali-temali, jari-jemari,
awan-gemawan, - kilau-kemilau, gilang-gemilang, tayum-
- temayum, tulang-temulang
- Gandaan Bebas porak-peranda, simpang-perenang,
anak- pinak, lintang-pukang, mentua-taya,
patah- - riuk, ulang-alik, ipar-duai, gelap-gulita
61RUMUSAN
- Secara umum, kata dibentuk melalui dua sumber,
iaitu asal-usul bahasa itu sendiri, dan proses
tertentu. - Secara khusus, kata dibentuk melalui pembentukan
kata tunggal, dan kata turunan / jadian. - Kata tunggal dibentuk daripada kata satu suku
kata, dua suku kata, tiga suku kata, empat suku
kata atau lebih, dan akronim. - Kata berimbuhan dibentuk daripada kata dasar yang
menerima awalan, akhiran, apitan, dan sisipan. - Kata majmuk dibentuk daripada rangkai kata bebas,
istilah khusus, dan maksud kiasan. - Kata ganda dibentuk secara gandaan penuh, gandaan
separa, dan gandaan berentak.