ETIKA BIROKRASI - PowerPoint PPT Presentation

About This Presentation
Title:

ETIKA BIROKRASI

Description:

ETIKA BIROKRASI PROF.DR.K.SUHENDRA,SH,MSI. SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI (STIA) -LAN BANDUNG - 2009 1. Etika berasal dari bahasa Yunani Ethos = tunggal mempunyai ... – PowerPoint PPT presentation

Number of Views:2160
Avg rating:3.0/5.0
Slides: 34
Provided by: bocahbanc
Category:

less

Transcript and Presenter's Notes

Title: ETIKA BIROKRASI


1
ETIKA BIROKRASI
  • PROF.DR.K.SUHENDRA,SH,MSI.
  • SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI (STIA) -LAN
  • BANDUNG - 2009

2
PENGERTIAN ETIKA
  • 1. Etika berasal dari bahasa Yunani
  • Ethos tunggal mempunyai banyak arti seperti
    tempat tinggal , padang rumput, kebiasaan adat,
    akhlak , watak,sikap,cara berfikir
  • Ta Etha jamak , adat istiadat atau kebiasaan
  • Etika berkaitan dengan nilai nilai individu ,
    kelompok maupun masyarakat, yaitu tata cara hidup
    yang baik
  • berlangsung dari generasi ke generasi (
    perwarisan nilai)
  • 2. Dalam konteks ini etika sama dengan moral yang
    berasal dari bahasa latin .
  • MOS tunggal
  • MORES jamak kebiasaan , adat istiadat
  • Pada tingkatan etika pendekatannya lebih bersifat
    filsafat dan refleksi kritis.
  • Pewarisan etika pendekatannya lebih bersifat
    filsafat dan refleksi kritis
  • Pewarisan etika maupun moral melalui kebudayaan
    , aturan (norma) maupun agama. Pada tingkatan ini
    nilai-nilai diajarkan sudah konkrit (how to) ,
    bagaimana manusia harus berbuat baik dalam
    kehidupan.
  • Dalam uraian diatas pengertian pertama bahwa
    etika sama dengan moral.
  • Kedua, pengertian yang lain bahwa etika diartikan
    lebih luas dari moral , etika sebagai filsafat
    moral yang justru mengkaji moral yang lebih
    kongkrit dalam kehidupan manusia.
  • Pada pengertian yang kedua , etika sebagi ilmu
    mempelajari
  • Nilai , bagaimana manusia untuk hidup baik
  • Masalah kehidupan yang seharusnya dengan
    mendasarkan norma

3
  • 3. Etika memerlukan pemikiran kritis / refleksi
    kritis dan rasional bahwa orang berkehidupan yang
    baik sesuai dengan norma bukan sekedar menurut
    leluhur , orang tua, guru bahkan Tuhan semata ,
    melainkan karena seseorang sadar dan tahu bahwa
    yang dilakuan adalah baik bagi dirinya maupun
    orang lain. Dan seseorang terpaksa ,
    bertindak dan berbuat sesuatu yang berbeda karena
    ia memiliki alasan yang dapat dipertanggung
    jawabkan. Pada hakekatnya manusia mempunyai
    kehendak bebas.
  • 4. Norma
  • a. Norma khusus adalah aturan dalam bidang
    dan kegiatan khusus seperti aturan ikatan
    profesi , aturan RT setempat dll , yang berlaku
    khusus di lingkungannya.
  • b. Norma umum adalah aturan yang bersifat umum
    malah beberapa aturan bersifat universal,
    walau tidak sepenuhnya benar , contoh setiap
    negara punya norma hukum yang berbeda.
  • Norma Umum ( 3)
  • Norma sopan santun disebut juga norma etiket
    yang mengatur sikap lahiriah seperti cara
    berpakaian , pergaulan sehari-hari.
  • Norma hukum norma ini merupakan kehendak
    masyarakat, karena itu mengikat dan dipaksakan,
    ditetapkan dan diubah oleh penguasa
  • Norma Moral Norma ini sangat dekat dan menjiwai
    norma hukum.Norma moral yang dipositivasi dan
    dikodifikasi menjadi norma hukum.Norma moral
    mengatur baik buruk , adil tidaknya suatu
    perbuatan. Norma moral tidak ditetapkan dan
    diubah oleh penguasa.Pada moral yang dilihat
    bukan fisik lahiriah tetapi tanggung jawab pada
    setiap posisi
  • 5. Ketaatan terhadap Norma
  • Heteronom ketaatan karena suatu perintah,
    perasaan takut ( eksternal )
  • Atonom Ketaatan terhadap norma dalam tindakan
    karena kesadaran berbuat baik berasal dari
    dalam diri pribadi (internal)

4
6. Yang membedakan norma moral dari norma lainnya
  • Kaidah yang mempunyai konsekuensi yang serius
    dapat menguntungkan atau merugikan orang banyak.
  • Kaidah yang tidak ditetapkan oleh penguasa tidak
    tertulis tidak dikodifikasi
  • Kaidah yang tergugah oleh perasaan tertentu.
  • 7. Etika dan Etikat
  • Sering digunakan untuk arti yang sama , walau
    sesungguhnya berbeda
  • Etiket lebih sempit dari etika
  • Etiket lebih menyangkut perilaku lahiriah ( cara
    berpakaian cara bertamu dll)
  • 8 . Dua Teori Etika.
  • Dua teori etika berkaitan dengan nilai yang
    dikandung dan tujuan dari suatu tindakan ,
    misalnya mencuri ayam tetangga ( nilai jelek ,
    tujuannya untuk membayar SPP anak yang terancam
    dipecat dari sekolah )
  • Norma Moral berasal dari dalam diri setiap
    orang jadi merupakan perintah yang tak bersyarat
  • ( IMPERATIF KATAGORIS) tanpa memperdulikan dampak
    akibat.
  • PERSOALAN Seseorang dihadapkan pada dua
    kewajiban moral yang bertentangan.
  • KANT AMBIRALAN
  • a. Kejujuran harus ditegakan
  • b. Diri harus dilindu

5
2. W.D.ROSS ( Prinsip Prima Facie)
  • ( Kewajiban gtlt Kewajiban Aktual
  • Pilih yang baik menurut keyakinan
  • Orang lainpun akan bersikap / berbuat seperti
    anda
  • Situasi dan Moral Kelompok Berubah ada 3
    pendekatan
  • PENDEKATAN MUTLAK fantastis, tertutup tidak mau
    menyesuaikan.
  • PENDEKATAN SITUASIONAL (m) menyesuaikan pada
    (M) jaman edan , nek ora melu edan ora keduman
  • PENDEKATAN KONTEKSTUAL (m) berkembang tapi
    tegar/prinsip jelas , jernih,normatif (ngeli
    tanpo keli )
  • PENDEKATAN KONTEKSTUAL DIDUKUNG
  • 1.TEKAD adanya komitmen bersama dalam
    organisasi dan membudaya
  • 2. PENGETAHUAN YANG LUAS DAN MENDALAM
    meningkatnya kepekaan , daya pikir,daya tanggap
    dan daya saing.
  • NILAI sesuatu yang menyempurnakan manusia
    sesuai hakekatnya ada 4 golongan
  • Nilai Vital ( nilai hayati) subyek vital
    biologik misal ,sandang, pangan dan papan
  • Nilai Sensual ( nilai kenikmatan) subyek vital
    sensitif misal rasa enak,rasa segar.
  • Nilai Estetika ( nilai keindahan) subyek indra
    jiwa misal keindahan,kemesraan.
  • Nilai Etik (nilai moral susila) misal
    kejujuran,kebebasan,keadilan, kebenaran.

6
KESADARAN MORAL (m) dipengaruhi oleh MORALITAS
KELOMPOK (M) dan KEDEWASAAN PRIBADI (I)M ( m,
I )
  • Kesadaran Moral , moralitas kelompok dan
    kedewasaan pribadi akan tumbuh saling
    mempengaruhi.
  • Pimpinan organisasi atau perusahaan akan sangat
    menentukan moralitas kelompok.
  • PROSES PENDEWASAAN PRIBADI (3)
  • TAHAP DUNIA PRIBADI 1.1. Egosentrik
    mementingkan diri sendiri
  • 1.2. Egoistik serakah
  • 2. TAHAP DUNIA KENDALA dunia dan lingkungan ,
    teman sekerja membatasi dunia pribadi
  • ( kenyataan)
  • TAHAP DUNIA BERSAMA menyesuaikan dan mewarnai
    lingkungan
  • ETIKA ( 1. KANT) MENGGUGAH MANUSIA UNTUK
    OTONOM / BEBAS BERTINDAK , TAPI BERTANGGUNG
    JAWAB
  • PEGANGAN ORIENTASI KEHIDUPAN DALAM MENCAPAI
    TUJUAN (FMS)

7
ETIKA 2 TEORI
  • ETIKA DEONTOLOGI (YUNANI DEON)
  • KEWAJIBAN MENEKANKAN PADA MOTIVASI , KEMAUAN
    BAIK, KEWAJIBAN PELAKU TANPA MEMPERHATIKAN AKIBAT
    DARI TUJUAN BAIK TINDAKAN ITU
  • ETIKA TELEOLOGI
  • MENGUKUR BAIK BURUK DARI TUJUAN YANG AKAN
    DICAPAI
  • 2.1. TELEOLOGI EGOISME ETIS ( TUJUAN BAIK
    UNTUK KEPENTINGAN DIRINYA)
  • 2.2. TELEOLOGI UTILITARISME gt UNTUK DI ETIKA
    BISNIS
  • ETIKA
  • 1 MORAL - SEBAGAI PERINTAH, LARANGAN SEBAGAI
    NORMATIF YANG MENGIKAT MANUSIA
  • 2.gt MORAL - DIKENAL SEBAGAI FILSAFAT MORAL
  • - TIDAK LANGSUNG SEBAGAI PERINTAH LARANGAN DAN
    TIDAK KONGKRIT
  • - SEBAGAI REFLEKSI KRITIS DAN RASIONAL
    MENGENAI NILAI DAN NORMA MENGENAI
  • a. MANUSIA HARUS HIDUP BAIK
  • b. MENCURAHKAN MASALAH MANUSIA UNTUK HIDUP
    BAIK
  • YANG KEDUA INI SEBAGAI ILMU DAN AJARAN

8
NORMA
  • KHUSUS UNTUK MENGATUR ASOSIASI EKSPLISIT
    ETIKA TERAPAN
  • UMUM BERLAKU UMUM UNIVERSAL
  • 1. INDIVIDUAL
  • ETIKA KHUSUS 2. SOSIAL
  • 3.LINGKUNGAN HIDUP
  • KODE ETIK MENJEMBATANI DAN MENGHUBUNGKAN ETIKA
    MORAL DENGAN HUKUM
  • PROFESI ADALAH SUATU KEAHLIAN YANG DIMILIKI
    OLEH SESEORANG DALAM LAPANGAN ITU IA BEKERJA
    MENDAPATKAN PENGHASILAN DENGAN KOMITMEN DAN MORAL
    PRIBADI YANG TINGGI
  • PROFESI ADA 2 MACAM.
  • PROFESI UMUM SEPERTI URAIAN DIATAS
  • PROFESI KHUSUS(PROFESI LUHUR) , MENEKANKAN
    PELAYANAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT ,
    BUKAN MENCARI NAFKAH ( PASTUR KATOLIK , BIKSU
    BUDHA)
  • CIRI-CIRI PROFESI
  • ADANYA KEAHLIAN DAN KETERAMPILAN
  • ADANYA KOMITMEN MORAL YANG TINGGI
  • HIDUP DARI PROFESI PURNA WAKTU
  • PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

9
CIRI-CIRI PROFESINAL
  • PERCAYA DIRI
  • PANDANGAN JAUH KEDEPAN
  • WAWASAN LUAS
  • BERORIENTASI PADA PENCAPAIAN TUJUAN
  • BERANI AMBIL RESIKO
  • MEMPUNYAI KEMAMPUAN
  • - TEKNIS
  • - INTERAKSI
  • - KENSEPSIONAL

10
1. ETIKA DEONTOLOGI
  • Deontologi menekankan kewajiban untuk bertindak
    secara baik ( jangan mencuri,jangan korupsi).
  • Deon ( yunani) berarti kewajiban.
  • Immanuel Kant (1734 1804) Kemauan baik
    adalah syarat mutlak untuk bertindak secara
    Moral.
  • Deontologi tidak mengkaitkan tujuan atas tindakan
    yang sesuai norma berdampak baik atau tidak ,
    tetapi merupakan perintah yang dilaksanakan tanpa
    syarat ( imperatif kategoris) . Ia tertanam dalam
    hati manusia secara universal.
  • Sedangkan imperatif hipotesis adalah apabila
    tindakan dikaitkan dengan akibatnya.
  • Muncul persoalan (contoh)
  • Seseorang mengetahui pembunuhan diancam akan
    dibunuh kalau lapor polisi
  • Kejujuran dan kebenaran perlu ditegakan , tapi
  • Keselamatan pribadi juga perlu dilindungi.
  • Teori solusi W.D Ross prinsip prima Facie
    buat keseimbangan kewajiban primafacie dan
    kewajiban aktual
  • Tidak semua tindakan berdasarkan norma berakibat
    baik.
  • Kant bertndaklah berdasar keyakinan bahwa
    orang lainpun dalam situasi yang anda hadapi
    bertindak sama

11
2. Etika Teleologi.
  • Teleologi mengukur baik buruk suatu tindakan
    dilihat dari tujuan , maupun akibat dari suatu
    tindakan tersebut.
  • Menurut etika teleologi mencuri itu boleh jika
    sejak awal tindakan mencuri itu dimaksudkan untuk
    membeli obat karena keluarga ada yang sakit
    parah.Timbul pertanyaan tujuan baik untuk siapa?
  • Orang banyak atau
  • diri sendiri
  • Jawabannya 2 aliran - egoisme etis
  • - utilitarianisme
  • Egoisme etis menurut Aristoteles bisa dibenarkan
    secara moral jika untuk mempertahankan hidup dan
    kebahagiaan secara dasar bukan hedonisme
  • Utilitarianisme
  • Dikembangkan oleh Jeremy Bentham 9 1748 1832)
    bahwa untuk menilai baik buruknya suatu tindakan
    secara moral adalah menguntungkan kepentingan
    orang banyak.
  • Etika Utilitarianisme menetapkan 3 kriteria
  • Manfaat
  • Manfaat terbesar dari alternatif
  • Manfaat terbesar untuk orang banyak

12
Etka kini berkembang diartikan secara luas (
Kamus Bahasa Indonesia Dep Diknas 1988 )
  • Sebagai ilmu yang mengajarkan tentang baik dan
    buruk
  • Kumpulan nilai-nilai tentang ahlak
  • Nilai mengenai salah benar yang dianut oleh
    suatu golongan.
  • Jadi artikulasi etika tergantung pada konteks 1,2
    atu 3
  • Etika ( Yunanai Ethos ) sudah lama dipakai dalam
    kosa kata bahasa Indonesia seperti
  • ethos kerja , ethos profesi
  • Dalam kamus 1991 dan 2001 etika dimengerti
    sebagai ilmu tentang etik
  • 9. Amoral dan Immoral.
  • Amoral tidak bermoral, tidak berahlak. Akan
    tetapi ada yang mengartikan netral dari sudut
    moral , tidak mempunyai relevansi etis
  • Immoral bertentangan dengan moralitas secara
    moral buruk , tidak etis.
  • 10 Jean Jacques Rousseau
  • Kemajuan ilmu pengetahuan dan seni tidak
    memberikan sumbangan perbaikan moral
  • Abad 18 Perancis dibawah Kaisar Louis XIV menjadi
    negara maju, bangsawan bebas pajak , pestta
  • pora, akan tetapi rakyat dan petani miskin
    dikenai pajak tinggi dan sengsara
  • Bagiamana dengan Indonesia dewasa ini
  • Lois XIV Etas C moi Negara adalah Saya

13
12. Aliran Landasan Etika ( setelah Zaman
Renaissance abad 15 )
  • Naturalisme
  • Etika mempunyai dasar alami , bahwa secara
    kodrati adalah baik.
  • b. Individulisme
  • Bahwa setiap orang harus bertanggung jawab atas
    dirinya ( I.Kant ) dan berfokus pada kematangan
    pribadi --- dapat memacu prestasi --- berdampak
    egois.
  • Dasar setiap manusia terlahir bebas ---
    liberalisme
  • c. Hedonisme
  • Kodrat manusia mencari kesenangan
  • d. Eudaemonisme
  • Demon ( Yunani) adalah roh ( pengawal yang baik)
    , Eudaemonia adalah orang yang sadar akan
    kepuasan yang sempurna , jasmani, dan rohani,
    kebaikan tertinggi (primafacie)
  • e. Utilitarianisme
  • Jeremy Bentham 9 1748 1832) dan Jhon Stuard
    Mill ( 1806 1873) yang menekankan manfaat dari
    suatu perbuatan
  • f. Idealisme
  • Keyakinan manusia terdiri atas jasmani dan
    rohani
  • 1. Idealisme rasionalistik bahwa fikiran dan
    akal manusia dituntun untuk berperilaku.
  • 2. Idealisme estetik , manusia berada di dunia (
    Kosmos) yang tertib seperti hiasan sebagai

14
13. Etika Sebagai Cabang Filsafat
  • Tindakan manusia dapat digolongkan
  • Baik
  • Buruk
  • Netral
  • Baik dan buruk sesuai nilai komunitas tertentu
    jelas, akan tetapi yang netral menarik perhatian
    dan
  • penjelasan lebih jauh. Ada kebiasaan yang berbeda
    pada setiap orang. Sarapan pagi dulu baru mandi
  • , pakai sepatu dulu baru pakai kemeja dan dasi
    adalah suatu tindakan netral , tergantung
    kebiasaan
  • seseorang.
  • Etika tidak berwenang untuk memerintahkan atau
    melarang suatu tindakan
  • 14. Etika Ilmu tentang moralitas, mempelajari
    tingkah laku moral.
  • Ada 3 ( tiga ) pendekatan
  • Etika Deskriptif
  • Jenis ini hanya melukiskan adat kebiasaan yang
    berlaku, tidak memberi penilaian.Oleh karenanya
    etika deskriptif termasuk kedalam pengetahuan
    empiris
  • Etika Normatif
  • Dalam etika normatif para pengamat boleh
    menyampaikan penilaian dan menolak yang dianggap
    tidak sesuai dengan martabat maupun hak azasi
    manusia misalnya di masyarakat Bali masa lalu
    istri ikut mencebur ke api pengabenan manakala
    mayat suaminya di aben ( dibakar).Penilaian ini
    didasarkan atas normanorma yang dianggap
    baik.Jadi etika normatif tidak netral.etika
    normatif tidak deskriptif tapi prespektif (
    memerintahkan)
  • Metatika

15
  • Metatika
  • Jimani ( meta melampaui, melebihi ) Metatika
    tidak membicarakan moralitas secara langsung,
    bergerak pada tingkatan yang lebih tinggi .
    Metatika mempelajari logika.
  • Contoh - Dilarang membunuh orang tak
    bersalah.
  • - Abortus adalah membunuh orang
    tak bersalah.
  • - Jadi abortus dilarang.
  • George More ( 1873-1958 ) mengembangkan filsafat
    analitis orang mengembangkan kornea mata buat
    orang buta adalah baik.Bagaimana kalau donor mata
    tersebut korban trafiking?
  • ETIKA , MORAL , AGAMA berisi peraturan
  • MANUSIA PUNYA KEHENDAK BEBAS

16
ETIKA DAN ETIKET
  • ETIKA
  • - Dasar-dasar moral
  • - Ilmu mengenai kebaikan sifat tentang hak.
  • - Tuntunan mengenai perilaku
  • - Ilmu mengenai watak manusia
  • - Ilmu mengenai kewajiban.
  • ETIKET
  • - Etiquette ( Aturan-aturan bangsawan Perancis
    dalam pesta)
  • - Kumpulan tata cara
  • - Tata krama, sopan santun yang disepakati
    masyarakat tertentu.
  • ETIKA ETIKET
  • 1. Sikap batin 1. Penampialan lahiriah
  • 2. Nurani 2. Formalitas
  • 3. Niat 3. Cara
  • 4. Agak mutlak 4. Bersifat relatif

17
MORAL HUBUNGANNYA DENGAN ETIKA
  • Yunani Mos ( tunggal) Mores ( jamak)
  • Adat istiadat , kebiasaan yang baik ( sama
    dengan etika)
  • Lebih sempit dari etika
  • menetapkan standarisasi perbuatan yang boleh
    dilakukan atu tidak
  • Ilustrasi Etika mengajarkan struktur dan
    teknologi , Moral buku pedoman bagaimana kita
    harus memperlakukan sesuatu alat.
  • ETIKA adal pemikiran sistematis tentang MORAL ,
    hasilnya pemikiran dasar yang kritis.
  • GUNA ETIKA untuk menyediakan orientasi
  • Menghadapi masyarakat yang semakin pluralistik /
    Pedoman Pluralistik
  • Menghadapi transformasi masyarakat /Orientasi
    atas perubahan globalisasi modernisasi
  • Menghindar kepentingan yang menyesatkan dalam
    suasana perubahan besar / pedoman menghadapi
    bermacam macam ideologi
  • Bagi kaum agama agar tidak bingung memadukan
    nilai agama dan nilai lingkungan / Harmonisasi
    dengan keyakinan agama

18
15. Hati Nurani
  • Hati nurani manusia selalu dalam posisi konflik
    menghadapi suatu kondisi.Seorang pejabat
    perijinan sedang perlu uang untuk SPP anaknya ke
    Perguruan Tinggi . Ia ditawari uang untuk ijin
    yang seharusnya tidak diterima. Ia menjadi
    gelisah dan susah tidur.
  • Hati nurani hati yang diterangi. Hati nurani
    retrospektif menilai perbuatan yang sudah
    terjadi ( masa lalu).
  • Hati Nurani Prospektif penilaian terhadap
    tindakan dimasa yang akan datang.
  • 16. Hati Nurani bersifat Personal.
  • Artinya berkaitan dengan pribadi yang
    bersangkutan. Tiap orang punya hati nurani yang
    berbeda.
  • Hati Nurani bersifat adipersonal.
  • Hati nurani sering ada bisikan dari atas (
    transedental).
  • 17. Etika Dalam Dunia Modern.
  • Didalam masyarakat tradisional ( homogen , norma
    dan nilai-nilai hampir tidak ada persoalan.
    Dewasa ini masyarakat tradisional berubah ke
    transisional menuju masyarakat modern.
  • Didalam masyarakat modern memiliki 3 (tiga) ciri
    yaitu
  • Adanya pluralisme moral.
  • Muncul masalah baru.
  • Adanya nilai-nilai universal.
  • Dalam era global dengan kemajuan IT ( Information
    Technology) , transportasi proses akulturasi yang
    mentransfer nilai-nilai baru demikian cepat,
    seperti hak azasi, hak anak, demokrasi dan
    sebagainya.

19
18. Moral Agama
  • Moral dan agama kaitannya sangat erat , malah
    agama merupakan motivasi terpenting dalam nilai
    moral.Ingat sering ucapan Bahwa agama melarang
    AWAS DOSA dsb. Secara etis pada umumnya yang
    diatur oleh suatu agama yang dianut oleh agama
    lain seperti dekalog sepuluh perintah Allah
    The Ten Commandments
  • Dostoyevsky ( pengarang besar Rusia
    seandainya Tuhan tidak ada, semuanya
    diperbolehkan.
  • Sebaliknya filsuf Perancis yang sangat vokal Jean
    Paul Sartre ( 1905 1980) seorang atheis menolak
    Dostoyevsky bahwa bagi seorang atheis ( tak
    beragama) tidak semua diperbolehkan. Sartre
    mengatakan bahwa manusia tidak bertanggungjawab
    kepada Tuhan , dan moral adalah urusan manusia.
  • 19. Moral dan Hukum.
  • Moral akan mengawang-awang tanpa dilembagakan
    tanpa di positivisme, tanpa di kodifikasi
    layaknya hukum. Sebaliknya Quidleges sine moribus
    ( Roma) bahwa hukum tidak ada artinya tanpa
    disertai moralitas. ( K.Bertens, 2004 41)
  • Beda Hukum dan Moral
  • Hukum dikodifikasi ( ditulis, dibukukan sedang
    moral tidak ).
  • Hukum membatasi diri pada tingkah laku lahiriah,
    sedang moral juga batiniah.
  • 20. Kebebasan dan Tanggung Jawab
  • Secara kodrati manusia mempunyai kehendak bebas
    tapi ia harus bertanggung jawab
  • Contoh Mahasiswa yang keluar ruang kelas
    terakhir menemukan dompet, ia bebas untuk
    memiliki , disisi lain ia harus bertanggung
    jawab untuk mengembalikan.

20
  • 22. FILSAFAT MORAL
  • Etika yang berpijak pada moral adalah salah satu
    cabang filsafat.
  • FILSAFAT
  • Berasal dari bahasa Yunani - Philos gemar ,
    senang, cinta.
  • - Sophia kebijaksanaan
  • Berusaha mendalami hakikat sesuatu dengan 3
    pertanyaan - Ontologi Apa?
  • - Epistimologi Mengapa ?
  • - Aksiologi Bagaimana?
  • Logic Hypothetico verivikatif Tiap ilmu diawali
    dengan filsafat dan diakhiri dengan seni
  • 23. Birokrasi
  • Birikrasi gambaran idealis yang diciptakan oleh
    Max Wiber , kini berubah menjadi citra yang
    terkesan
  • korup , lamban tidak efisien dan sifat buruk
    lainnya
  • Max Wiber menyampaikan 6 ciri birokrasi yang
    ideal
  • Pembagian tugas yang jelas dijabat oleh tenaga
    spesialis.
  • Prinsip hirarkis.
  • Peraturan yang formal
  • Formal tidak bersifat pribadi ( sine era et
    studio )

21
24. Alasan Kehadiran Birokrasi
  • Pluralisme Politik.
  • Masyarakat yang berbeda kepentingan , kadang
    bertentangan dapat dipersatukan oleh birokrasi
    dengan pendekatan win-win solution.
  • Proses Konsentrasi
  • Daerah daerah yang menderita ( kekeringan
    endemi penyakit dll) disubsidi dari daerah makmur
  • 3. Kompleksitas Teknologi
  • Dalam perubahan- perubahan kemajuan birokrasi
    harus menjadi penerjemah masyarakat
  • 25. Birokrasi harus orang bijak ( Birokrasi harus
    berisi orang-orang bijak bukan cacat atau ekses)
  • BIJAK CACAT EKSES
  • Berani Pengecut Gegabah
  • Sederhana Tidak nalar Semau gue
  • Bebas Picik Boros
  • Indah Kikir Vulgar
  • Makna Malas Ambisius
  • Tabiat baik Dungu Pemberang
  • Bangga Rendah diri Takabur
  • Ramah Kasar Ceroboh
  • Jujur Licik Angkuh

22
26. Rumusan beberapa filsuf bagi birokrat yang
bijak dan adil
  • Plato
  • Masing-masing unsur kejiwaan cipta , rasa,
    karsa dapat menjalankan fungsi sebagaimana
    mestinya tanpa mengganggu satu sama lain
  • Budi rohani dalam keadaan tertib sebagaiman
    tertibnya keadaan tubuh yang sehat.
  • Disiplin diri dengan perasaan hati yang
    dikendalikan akal.
  • Philemon
  • Tidak mau berbuat salah walaupun bisa
    melakukannya.
  • Watak yang tulus untuk berbuat adil , bukan
    sekedar ingin tampak adil.
  • Menolak mengambil barang berharga milik orang
    lain walaupun tidak ada resiko yang merugikan.
  • Stanlley Benn
  • Memiliki integritas
  • Hidup menurut azas konsisten
  • Prinsip hidup tidak tergoyahkan oleh pertimbangan
    keuntungan , hasrat dan perasaan hati.
  • 27. Wibawa Birokrasi
  • Birokrasi adalah organisasi yang sangat besar ,
    berkuasa bisa bertindak baik atau buruk terhadap
    rakyatnya
  • Faktor piminan birokrasi sangat penting dan
    berpengaruh dalam pelayanan publik dengan pola
    kepemimpinannya Demokratis, Otoriter, Laizes
    fair atau bebas
  • Yang berwibawa adalah apabila birokrasi dipegang
    oleh model pimpinan demokrasi
  • - mendengar suara bawahan - Disiplin
  • - Berani bertindak - Adil , bijaksana, jujur

23
28. Kebijakan Publik memiliki Konsekwensi Moral
  • Kebijakan publik adalah suatu keputusan
    yangberbentuk peraturan perundang-undangan ( UU ,
    PP, Peraturan Menteri , Perda , dsb)
  • Kebijakan publik menetapkan kearh mana bangsa mau
    dibawa dan juga arah pembagunan.
  • Secara moral, kebijakan publik harus menunjukan
    keberpihaknya pada rakyat , karena sesungguhnya (
    APBN,APBD) adalah uang rakyat.
  • 29. Birokrasi di Indonesia
  • Norma hukum di Indonesia pada umumnya telah
    memadai akan tetapi pada tingkatan implementasi
    mengalami kendala karena kurang mendapat dukungan
    nilai moral para birokratnya ditandai
  • - Maraknya KKN
  • - Kesenjangan pembangunan antar wilayah
  • - APBN dan APBD lebih banyak untuk belanja
    birokrasi bukan belanja publik
  • 30. Bisnis Profesi Etis
  • Bisnis yang berorientasi profit ( keuntungan)
    dikesankan kotor, tipu, menghalalkan semua cara.
    Sedangkan profesi dan etika adalah nilai yang
    putih seperti salju. Adalah etika dan profesi
    bisnis?
  • Bisnis dapat menjadi profesi yang etis sepanjang
    didukung sistem politik yang kondusif dan fair
    melalui aturan hukum yang jelas, adil dan
    konsisten

24
PRINSIP- PRINSIP ETIKA PROFESIONAL
  • Tanggung jawab
  • Keadilan
  • Otonomi
  • Integritas Moral
  • Bisnis sebagai profesi baru justru menyebabkan
    pengertian profesi jadi rancu ( pro- kontra)
    karena
  • kehawatiran kemampuan melaksanakan kidah-kaidah
    etika.
  • PANDANGAN TENTANG PROFESI BISNIS
  • 1. Pandangan praktis realitas
  • Kenyataan bisnis sebagai profit making , dengan
    tujuan utama untuk mencari keuntungan, kadang
  • menghalalkan segala cara.
  • Pandangan Ekonomi klasik ( Adam Smith) dan neo
    klasik ( Milton Friedman)
  • Keuntungan adalah wajar sebagi upah atas
    pengelolaan asset, seperti upah buruh atas tenaga
    kerja
  • 2. Pandangan Ideal.
  • Bisnis adalah kegiatan produksi menjual membeli
    barang dan jasa untuk kebutuhan masyarakat
    keuntungan bukan satu-satunya tujuan tapi lebih
    merupakan konsekuensi.

25
Richard De George
  • Bisnis seperti kegiatan sosial lainnya
    mengendalikan suatu latar belakang moral dan
    mustahil bisa
  • dijalankan tanpa latar belakang moral.
  • Moral adalah minyak yang menghidupkan serta lem
    yang merekatkan seluruh masyarakat, termasuk
    bisnis-bisnis yang tidak sesuai dengan moral
    masyarakat , akan ditinggalkan . Bahwa dengan
  • memenuhi kebutuhan masyarakat secara baik maka
    wjar mendapatkan imbalan ( keuntungan)
  • ( Konosuke Matsusita Matsusita Inc Jepang)
  • Teori pertukaran ini sebenarnya juga merupakan
    teori adam Smith Beri apa saja yang
    diinginkan dan anda akan mendapat kebutuhan anda
  • Mitos Bisnis Amoral.
  • Tetap ada tudingan bisnis tetap bisnis , jangan
    dicampur adukan dengan etika terpisah.
  • Ungkapan De george sebagai bisnis amoral dengan
    alasan
  • - Bisnis layaknya judi penuh persaingan mengejar
    keuntungan , menghalalkan semua cara.
  • - Dalam bisnis persaingan beda dengan aturan
    sosial , moral diabaikan.
  • - Aturan moral dalam bisnis akan kalah dalam
    persingan ketat.
  • Mitos Bisnis amoral ( tidak semuanya benar )
  • Dalam bisnis memang ada unsur resiko, spekulasi
    judi tapi pebisnis yang profesional punya VISI ,
    MISI, Wawasan jangka panjang dan nilai manusiawi
    jadi harus etis
  • Bisnis adalah fenomena masyarakat , aktivitas
    antara masyarakat, hal tersebut berarti norma dan
    nilai yang dianggap baik, kalau tiadak akan
    segera berhenti
  • Kegiatan legal ( didukung UU seperti Monopoli
    Oligopoli,monoposom , KKN dll) belum tentu sesuai
    moralitas
  • Kenyataan empiris yang berulang-ulang terjadi
    dimana-mana dan syah ,tidak dapat disimpulkan
    sesuai normatif moral
  • Adanya protes dari masyarakat seperti YLKI ,
    green Peace dll.

26
Sanggahan Bisnis Amoral
  • Kredo Etis
  • Dalam bisnis yang dipertaruhkan bukan hanya uang
    tapi juga nama baik dan kelangsungan usaha,
    keluarga,konsumen,harga diri dsb.
  • Aturan bisnis tidak sama dengan judi.Pelaku dan
    konsumen bisnis adalah manusia jadi ada kegiatan
    sosial yang terikat latar belakang moral dan
    etik.Pengusaha yang tidak menghiraukan kaidah
    moral akan diboikot konsumen dan stakeholder
    lainnya
  • Legalitas seperti aturan hukum yang mengetur
    monopoli tidak otomatis diterima moral gtjadi
    hukum tidak selalu dan sejalan dengan nilai
    moral.
  • Etika harus dibedakan dengan ilmu empiris. Tidak
    semua kebiasaan yang terus terulang ( seperti KKN
    diterima oleh Etika)
  • Banyak respon masyarakat yang melawan praktek
    bisnis yang merugikan masyarakat seperti limbah,
    campuran kimia berbahaya pada kosmetik maupun
    makanan, menandakan bahwa bisnis harus
    memperhatikan kaidah moral.
  • Prinsip-prinsip etika Bisnis
  • Bisnis sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai
    masyarakat satu bangsa misal Jepang, Saudi Arabia
    dsb.
  • yang kemudian menetapkan prinsip-prinsip etika
    bisnis
  • Prinsip Otonomi Bahwa para pebisnis punya
    otonomi mengambil keputusan dengan
    segalakonsekuensinya ( sejalan) atau bertentangan
    dengan moral dan etik yang diyakini masyarakat)
  • Pemberdayaan pelaku bisnis. Dalam perasaingan
    bisnis yang ketat maka pelaku bisnis harus mampu
    mengambil keputusan dengan cepat dan tepat.Tepat
    karena akan menguntungkan dirinya dan semua
    stakeholder.Pebisnis kalau mau hidup tenang tidak
    boleh berbohong pada dirinya harus jujur.

27
  • 3. Keadilan, Pebisnis dituntut berbuat adil
    jangan ada yang dirugikan , terhadap semua pihak
    agar relasi perusahaan dapat bertahan.Tanpa
    relasi dan tanpa kepercayaan dari stakeholder
    perusahaan tidak akan bertahan hidup.
  • 4. Prinsip saling menguntungkan, Produsen maupun
    konsumen sama ingin mendapat manfat dan
    keuntungan ( win-win situation)
  • 5. Integritas moral, Pebisnis harus menjaga
    motivasi terus menerus agar dipercaya tetap
    unggul.
  • Adam Smith menanggap prinsip keadilan adalah
    pokok, keadilan komutatif berupa no harm
  • ( tidak merugikan hak dan kepentingan orang
    lain)
  • Etos Bisnis
  • Agar etika bisnis dapat berjalan banyak
    perusahaan besar membangun BUDAYA PERUSAHAAN (
    CORPORATE CULTURE) ATAU ETOS BISNIS.Etos bisnis
    adalah kegiatan yang dilaksanakan dari generasi
    ke generasi, dengan menerapkan nilai,norma maupun
    prinsip moral yang berujud pelayanan mutu
    disiplin,kejujuran,tanggung jawab,adil dsb.
  • Relativitas Moral Dalam Bisnis
  • Perasingan bisnis berskala global,lantas nilai
    moral negara mana yang dianut ?
  • De George menyatakan nilai yang harus dianut
    adalah nilai moral dan etik tempat kegiatan
    perusahaan berlangsung, walau perusahaannya ada
    di banyak negara ( multy nasional)
  • De George mengatakan hal ini ada 3 alasan
  • Norma etis berbeda dari satu negara dengan
    negaralain.
  • Norma sendirilah yang paling tepat/benar.
  • Immoralitas naif bahwa tidak ada norma moral yang
    perlu diikuti sama sekali

28
  • Nomor 1 mencampuradukan norma hukum dan norma
    moral.Hukum positivisme dari moral bisa
  • berbeda akan tetapi moral cenderung universal
  • De George menyatakan bahwa kuncinya adalah
    padaintegritas pribadi internal dan integritas
    moral.
  • De George mengangga no harm terlalu minimal dan
    terkesan dipaksakan dari luar.
  • KEADILAN DALAM BISNIS
  • Tradisional ( Aristoteles)
  • Keadilan Legal
  • Keadilan Komutatif
  • Keadilan Distributif
  • Keadilan Legal
  • - Mendasarkan hukum yang berlaku, semua orang
    mendapat perlakuan yang sama
  • - Hubungan mengarah pada individu/kelompok
    dengan negara
  • - Hal ini berdasarkan
  • Semua orang mempunyai harkat dan martabat
    yang sama
  • Semua wrga negara mempunayi kedudukan yang
    sama
  • Pemerintah tidak boleh mengeluarkan peraturan
    khusus dan istimewa untuk kelompok mesyarakat
    tertentu
  • Semua wrga negara harus tunduk pada hukum
    yang sama.

29
  • Keadilan Komutatif
  • - Hubungannya antar warga negara dengan warga
    negara .
  • - Kalau ada warga negara yang terlanggar haknya
    oleh warga negara lain , negara berkewajiban
    memulihkan keadilan antar pihak dan boleh
    menjatuhkan sanksi ( ingat lambang pengadilan
    timbangan dacin yang seimbang )
  • - Dalam masyarakat primitif dikenal Gigi ganti
    gigi Nyawa ganti nyawa
  • Keadilan distributif
  • - sama dengan keadilan ekonomi.
  • - Distribusi yang merata bagi semua warga negara
    diberbagai wilayah
  • - Jaman aristrikrasi dan oligarki, bangsawan
    mendapat bagian banyak sedang budak sedikit
  • - Kalau orang mendapatkan sesuatu sesuai dengan
    prestasinya dalam mewujudkan tujuan bersama
    ( negara )
  • - Prinsip sama rata dan sama rasa dalam ekonomi
    justru menimbulkan ketidak adilan.
  • TEORI KEADILAN ADAM SMITH
  • Adam Smith hanya menerima keadilan komutatif
  • keadilan masyarakat kesetaraan
  • Keadilan legal sudah termasuk dan konsekuensi
    kadilan komulatif
  • Negara Netral ( tidak memihak)
  • Tidak setuju adanya keadilan distributif

30
3 PRINSIP KEADILAN KOMUTATIF ADAM SMITH
  1. Prinsip No Harm tidak merugikan orang lain dan
    tidak mau dirugikan orang lain. ( kaidah emas)
    .Akhirnya dituangkan dalam hukum , the
    enforceeable virtul ( keutamaan moral yang dapat
    dipaksakan )
  2. Prinsip Non intervention , Prinsip tidak ikut
    campur tangan siapapun terhadap orang lain.
  3. Prinsip keadilan tukar , Harga alamiah
    mencerminkan biaya produksi ( upah , keuntungan
    dan sewa sarana/prasarana) jumlah yang ditawarkan
    ke pasar ( adil)

31
PERLUNYA KETERLIBATAN SOSIAL PERUSAHAAN
  • Kebutuhan dan harapan masyarakat
  • - tujuan perusahaan mencari keuntungan
  • - Persaingan bertambah ketat
  • - Tuntutan masyarakat terhadap perusahaan terus
    berubah antara lain
  • perhatian terhadap lingkungan
  • Perhatian terhadap kesejahteraan karyawan
  • - Perusahaan yang tidak sensitif terhadap
    harapan akan diboikot masyarakat
  • Terbatasnya sumber daya alam
  • - sumber daya alam terbatas, oleh karenanya
    dieksploitasi dengan tetap menjaga kelestariannya
  • Lingkungan sosial yang lebih baik
  • - Semakin baik lingkungan sosial, semakin baik
    iklim bisnis.
  • - Lingkungan sosial lapangan kerja,kesenjangan
    sosial, pengangguran , daya beli dsb.
  • Perimbangan tanggung jawab
  • AZAS BEBERAPA PERUSAHAAN ( BERISI MOTTO, NILAI
    MORAL , DAN ETIK )
  • MC DONALLDS HAMBURGER
  • Q QUALITY
  • S SERVICE

32
SALAH SATU BUMN
  • KETERBUKAAN
  • KEBERSAMAAN
  • KEBERSIHAN
  • BANKIR IDEAL ( MAHMOEDIN ) SPECIE CREDIT
  • S SENSITIVITY PEKA TERHADAP SITUASI POLITIK
    EKONOMI SOSIAL DAN BUDAYA
  • P PRUDANCE HATI-HATI , BIJAKSANA , IKUT
    MEMELIHARA STABILITAS
  • E EXPERTISE AHLI DIBIDANGNYA , PROFESIONAL
  • C CAPABILITY KEMAMPUAN MANAJERIAL TEKNIS
  • I INTEGRITY MEMILIKI INTEGRITAS PRIBADI ,
    JUJUR, PENGEMBAN AMANAH.
  • E EXPERIENCE PENGALAMAN
  • C COMMUNICATIVE KEMEMPUAN BERKOMUNIKASI,
    HUMAN RELATION
  • R RESPONSIBILITY TANGGUNG JAWAB SOSIAL
  • E ENTEPRENEUR JIWA BERUSAHA
  • D DOUBLE SIZE ( GEORGE P.ALLAN) MEMILIKI
    KEMEMPUAN AKUNTANSI, HUKUM ,
    POLITIK EKONOMI GENTLEMEN ( KSATRIA )
  • I INTELLEGENCE CERDAS
  • T TOLARANCE SABAR DAN PUNYA DAYA TAHAN
    TERHADAP BERBAGAI SITUASI, TIDAK MUDAH
    TERBUJUK

33
KEPRIBADIAN MORAL ( M SUPRIHADI SASTROHUSODO)
  • DASA DIRI
  • BERSIH DIRI 6. JAGA DIRI
  • HARGA DIRI 7. PERCAYA DIRI
  • JATI DIRI 8. KENDALI DIRI
  • TAHU DIRI 9. TEGUH DALAM PENDIRIAN
  • MAWAS DIRI 10. MANDIRI
  • ETIKA DAN BISNIS
  • BISA DIPADUKAN ?
  • MASIH PRO DAN KONTRA
  • PENDEKATAN YANG KONTRA PRAGMATIS , PENDEKATAN
    PROFIT, CENDERUNG, HALALKAN SEMUA CARA
  • PENDEKATAN YANG PRO MAHTAMA GANDHI TENTANG 7
    DOSA SOSIAL
  • 1. POLITIK TANPA PRINSIP.
  • 2. KAYA TANPA KERJA
  • 3. KENIKMATAN TANPA NURANI
  • 4. PENGETAHUAN TANPA WATAK
  • 5. ILMU TANPA KEMAMPUAN
  • 6. IBADAH TANPA PENGORBANAN
  • 7. BISNIS TANPA MENU
Write a Comment
User Comments (0)
About PowerShow.com