Title: Dr. Baldric Siregar, MBA., Ak. 1
1THE MEASUREMENT PERSPECTIVE ON DECISION USEFULNESS
- Sumber Utama (Scott, Bab 6).
- Outline Kuliah
- Konsep Perspektif Pengukuran
- Alasan Perspektif Pengukuran
- Teori Prospek
- Beta
- Anomali Pasar Modal Efisien
- Kesimpulan tentang Efisiensi Pasar
- Auditors Legal Liability
2Konsep Perspektif Pengukuran
- Perspektif pengukuran (measurement perspective)
terhadap pelaporan keuangan adalah suatu
pendekatan yang menuntut akuntan untuk
melaksanakan tanggungjawab memasukkan nilai wajar
terhadap laporan keuangan pokok, dengan
reliabilitas yang masih rasional, yang berarti
meningkatnya tanggungjawab akuntan untuk membantu
investor dalam memprediksi kinerja masa depan
perusahaan. - Tujuannya adalah untuk meningkatkan relevansi
laporan keuangan, tetapi jangan meninggalkan
reliabilitasnya dalam rangka membantu investor
mengambil keputusan.
3Konsep Perspektif Pengukuran
- Measurement perspective dapat meningkatkan
earnings quality dengan semakin relevannya
informasi akuntansi. Apabila informasi akuntansi
semakin relevan, maka reaksi investor terhadap
informasi tersebut akan semakin besar. - Namun demikian, measurement perspective juga
dibatasi oleh reliabilitas. Metode fair value
yang dapat dimasukkan dalam laporan keuangan
pokok adalah metode yang tidak mengakibatkan
menurunnya reliabilitas laporan keuangan tersebut.
4Konsep Perspektif Pengukuran
- Measurement perspective berusaha untuk
meningkatkan relevansi informasi akuntansi.
Akuntan mengambil tanggungjawab untuk membantu
investor dengan cara menggunakan pengukuran fair
value terhadap laporan keuangan pokok. Akan
tetapi, sesuai dengan SFAC 2 menyatakan bahwa ada
dua kualitas informasi pokok, yaitu relevansi dan
reliabilitas, yang harus dijaga keseimbangannya. - Apabila hanya memperhatikan relevansi, maka
reliabilitas akan berkurang dan menyebabkan
laporan keuangan tidak bisa diaudit. Akuntan
publik yang merupakan ujung tombak profesi
akuntansi tidak lagi bisa berjalan karena laporan
keuangan tidak bisa diaudit. Karena itu, batasan
measurement perspective adalah berusaha untuk
menggunakan pengukuran yang berorientasi pada
fair value terhadap laporan keuangan pokok
asalkan kualitas reliabilitas laporan keuangan
pokok tersebut tidak berkurang.
5Konsep Perspektif Pengukuran
- Measurement perspective bukan untuk mengganti
historical cost. Apabila suatu measurement tidak
reliabel, maka tetap menggunakan historical cost.
- Namun demikian, tidak mudah menggunakan fair
value tanpa mengurangi reliabilitas. Batasannya
adalah, kita menggunakan fair value untuk
meningkatkan relevansi selama reliabilitas tidak
terganggu. - Mengapa? Unsur reliabilitas menjadi dasar untuk
pelaksanaan audit oleh akuntan publik. Akuntan
publik adalah gambaran pokok akuntansi dan
menjadi ujung tombak akuntansi. Akuntan publik
jangan ditempatkan pada posisi yang berisiko
karena dituntut.
6Alasan Perspektif Pengukuran
- Mengapa measurement perspective mengusulkan untuk
memasukkan informasi yang bernilai lebih relevan
(more value-relevant information) dalam laporan
keuangan pokok, padahal teori pasar modal efisien
berimplikasi bahwa catatan kaki dan pengungkapan
lain sudah cukup?
7Alasan Perspektif Pengukuran
- Berdasarkan information perspective, historical
cost digunakan sebagai basis akuntansi dan
mengandalkan pengungkapan penuh untuk
meningkatkan manfaat informasi akuntansi bagi
investor. Bentuk pengungkapan tidak penting, yang
penting adalah bahwa diasumsikan banyak rational
investor dan informed investor yang bereaksi
cepat terhadap informasi akuntansi. Riset empiris
tentang efisiensi pasar modal telah
mengkonfirmasi bahwa setidaknya informasi laba
bermanfaat bagi pasar. - Akan tetapi, ada berbagai pertanyaan berkaitan
dengan information pespective, seperti (1) laba
hanya direaksi oleh pasar sebesar 2 - 5, (2)
pasar modal mungkin tidak seefisien yang diduga,
dan (3) tuntutan tanggungjawab hukum oleh
masyarakat terhadap akuntan meningkat. Ketiga
alasan tersebut mendasari adanya kemungkinan
bahwa measurement perspective dapat meningkatkan
relevansi informasi akuntansi tanpa mengabaikan
reliabilitas informasi akuntansi tersebut.
8Alasan Perspektif Pengukuran
- Dari sisi riset empiris, informasi laba hanya
mampu menjelaskan sangat kecil tentang harga
sekuritas. Lev (1989) menemukan bahwa respon
pasar terhadap berita baik atau berita buruk
tentang earnings sangat kecil. Variabilitas
keuntungan abnormal dalam narrow window hanya 2
sampai 5 yang dijelaskan oleh informasi
earnings, sisanya diakibatkan oleh faktor lain
selain perubahan earnings. - Menurut Lev, rendahnya respon pasar terhadap
earnings disebabkan oleh earnings quality yang
rendah. Collins, Kothari, Shanken, dan Sloan
(1994) menyatakan bahwa rendahnya reaksi pasar
terhadap informasi laba disebabkan oleh
keterlambatan historical cost yaitu historical
cost menunggu terlalu lama untuk mengakui suatu
kejadian yang relevan. Hal ini menuntut perlunya
perbaikan earnings quality dengan pengenalan
perspektif pengukuran terhadap laporan keuangan.
9Alasan Perspektif Pengukuran
- Dari sisi teori pasar modal efisien, pasar modal
mungkin tidak efisien seperti dalam teori
efisiensi pasar modal. Investor memerlukan
bantuan bagaimana implikasi informasi akuntansi
terhadap prediksi keuntungan masa depan. - Hal ini diperkuat oleh Ohlsons clean surplus
theory yang menekankan bahwa peran utama laporan
keuangan adalah dalam penentuan nilai perusahaan,
bukan perspektif informasi di mana laporan
keuangan sebagai salah satu sumber informasi.
Teori ini menuntut ke arah perspektif pengukuran.
10Alasan Perspektif Pengukuran
- Dari sisi praktis, dengan meningkatnya tuntutan
terhadap tanggungjawab hukum, auditor dituntut
untuk menggunakan nilai wajar dalam laporan
keuangan. Tuntutan ini muncul karena kenyataan
gagalnya perusahaan-perusahaan besar, khususnya
lembaga keuangan. - Sebagai contoh, Resolution Trust serta Federal
Deposit Insurance menuntut Deloitte and Touche
karena memberikan clean opion terhadap perusahaan
pinjaman dan tabungan yang insolvent. Kasus
terbaru adalah kasus Enron dan World.com. Salah
satu cara bagi akuntan untuk memproteksi diri
dari tuntutan hukum adalah dengan mengadopsi
perspektif pengukuran, menggunakan nilai wajar,
dalam laporan keuangan.
11Teori Prospek
- Expected utility theory (EUT) sudah mendominasi
analisis pengambilan keputusan dalam kondisi
ketidakpastian (berrisiko). Bahkan teori ini
sudah diterima sebagai pedoman normatif dalam
pemilihan yang rasional. - Kahneman dan Tversky (1979) menyajikan bukti
empiris terjadinya pelanggaran aksioma EUT.
Berdasarkan aksioma EUT, dalam kondisi
ketidakpastian, orang akan memilih pilihan yang
menghasilkan expected utility terbesar. Mereka
menamainya teori prospek (prospect theory).
12Teori Prospek
- Teori prospek adalah teori yang menjelaskan
bagaimana seseorang mengambil keputusan dalam
kondisi tidak pasti. Substansi teori prospek
adalah proses pembuatan keputusan individual yang
berlawanan dengan pembentukan harga yang biasa
terjadi di ilmu ekonomi. - Aksioma-aksioma dalam teori prospek (PT)
meliputi - Reference point.
- Utility function.
- Loss aversion.
13Teori Prospek
- Reference point
- PT. Orang menentukan laba atau rugi berdasarkan
reference point, bukan nilai absolut laba atau
rugi tersebut. Utilitas adalah fungsi dari laba
atau rugi relatif terhadap benchmark (reference
point). - EUT. Orang menentukan laba atau rugi berdasarkan
nilai absolut kekayaan. Utilitas adalah fungsi
dari nilai kekayaan absolut (tidak ada reference
point).
14Teori Prospek
- Utility function
- PT. Dalam domain laba, orang risk averse dalam
domain rugi, orang risk seeking. Fungsi utilitas
adalah cekung pada domain laba dan cembung pada
domain rugi. - EUT. Orang diasumsikan selalu bersikap risk
averse. Fungsi utilitas adalah cembung baik pada
domain laba maupun pada domain rugi.
15Teori Prospek
- Loss aversion
- PT. Loss aversion adalah tendensi orang lebih
mengutamakan menghindari rugi daripada memperoleh
laba. Rugi memiliki kekuatan (power) psikologis
sebanyak dua kali lipat daripada laba. Overweight
terhadap rugi dan underweight terhadap laba.
Berubah 1 dari 2 ke 3 lebih bernilai besar
daripada berubah 1 dari 30 ke 31 (diminishing
sensitivity). - EUT. Laba atau rugi tidak dapat didefinisikan
karena teori ini tidak memiliki reference point
untuk mengukur laba atau rugi tersebut.
16Beta
- Beta adalah pengukur volatilitas return suatu
sekuritas terhadap return pasar. Beta
menggambarkan besarnya perubahan harga suatu
saham tertentu dibandingkan dengan perubahan
harga pasar. - Beta pasar diestimasi dengan menggunakan return
historis sekuritas dan pasar, misalnya 200 hari
untuk return harian. Beta pasar dapat diestimasi
dengan CAPM. - Beta merupakan konsep yang penting dalam
akuntansi keuangan karena beta merupakan pengukur
risiko sistematis suatu sekuritas terhadap risiko
pasar
17Beta
- Risiko sistematis adalah risiko yang tidak dapat
didiversifikasi melalui portofolio. Risiko ini
menggambarkan faktor ekonomi secara keseluruhan
yang mempengaruhi semua sekuritas yang ada. - Apabila fluktuasi return suatu sekuritas
mengikuti fluktuasi return pasar, maka beta
sekuritas tersebut bernilai 1. Beta bernilai 1
berarti bahwa risiko sistematis suatu saham sama
dengan risiko pasar.
18Beta
- Fama dan French, meneliti pasar modal USA untuk
periode 1963-1990, menemukan bahwa beta memiliki
sedikit kemampuan untuk menjelaskan keuntungan
sekuritas. Mereka menemukan bahwa book-to-market
ratio dan ukuran perusahaan (firm size) lebih
signifikan menjelaskan keuntungan sekuritas. - Daripada melihat beta, lebih baik melihat
book-to-market ratio dan ukuran perusahaan
sebagai ukuran risiko. Risiko akan meningkat
dengan meningkatkanya book-to-marke ratio dan
menurun dengan semakin besarnya ukuran
perusahaan. - Hasil penelitian Fama dan French ini menjadikan
beta mati.
19Beta
- Schiller (1981) yang menyatakan bahwa
variabilitas harga sekuritas sama dengan
variabilitas dividen. - Determinan yang menentukan nilai perusahaan
adalah dividen masa depan. Selain itu, asumsi
bahwa beta konstan (stationary) juga kurang
tepat. Apabila beta konstan, satu-satunya yang
tidak pasti adalah RMt yang bersifat random. - Hasil penelitian Fama dan French ini menjadikan
beta mati.
20Beta
- Beta pasar modal berkembang perlu disesuaikan
karena adanya perdagangan tidak sinkron.
Perdagangan tidak sinkron terjadi karena
transaksi di pasar jarang terjadi. Beberapa
sekuritas tidak mengalami perdagangan beberapa
lama. - Jika beta tidak bias, maka beta pasar (atau
rata-rata tertimbang semua beta) adalah 1.
Apabila rata-rata tertimbang beta tidak 1, maka
selisihnya menggambarkan bias dalam beta. Koreksi
terhadap beta yang bias dapat dilakukan dengan
tidak metode, yaitu metode yang diajukan oleh
Scholes dan Williams (1977), Dimson (1979), dan
Fowler dan Rorke (1983).
21Beta
- Selain beta pasar, ada juga beta lain yang
dikenal, yaitu beta akuntansi dan beta
fundamental. - Beta akuntansi dihitung sama dengan beta pasar
dengan mengganti data return menjadi data laba
(earnings). - Beta fundamentel dihitung dengan berbagai
variabel fundamental seperti dividend payout,
pertumbuhan aktiva, leverage, likuiditas, asset
size, dan earnings variability.
22Anomali Pasar Modal Efisien
- Apabila harga tidak bereaksi cepat terhadap
informasi baru tetapi membutuhkan waktu lebih
lama, maka keuntungan abnormal dapat terjadi. - Berbagai anomali pasar modal efisien
- Teori prospek
- Post-Announcement Drift
- Rasio Keuangan
- Akrual
23Anomali Pasar Modal Efisien
24Kesimpulan tentang Efisien Pasar
- Apa kesimpulan akhir tentang pasar modal efisien
padahal banyak temuan menunjukkan adanya anomali? - Efisiensi pasar modal dinyatakan sebagai pasar
modal efisien dengan anomali. Hal ini terjadi
karena pasar tidak sepenuhnya efisien karena
dengan informasi yang diumumkan masih ada
abnormal return.
25Auditors Legal Liability
- Akuntan menghadapi risiko tuntutan hukum yang
lebih besar apabila aktiva tetap dinyatakan
terlalu tinggi dibandingkan apabila aktiva tetap
dinyatakan terlalu rendah. Hal ini sesuai dengan
prinsip konservatisme. Pengungkapan terhadap
risiko (value at risk) juga berorientasi pada
measurement perspective. Dalam hal ini,
perusahaan (bukan investor) menyiapkan penilaian
tentang risiko karena perusahaan lebih mengerti
risiko yang mereka hadapi daripada investor.
Pengungkapan risiko ini memiliki potensi yang
besar dalam decision usefulness.
26Auditors Legal Liability
- Akuntan dapat memproteksi diri dengan penggunaan
measurement perspective dengan mengadopsi fair
value seperti mark-to-market. Akuntan dapat
secara eksplisit menjawab tuntutan hukum
masyarakat dengan mengatakan bahwa laporan
keuangan telah mengantisipasi perubahan nilai
instrumen keuangan apakah akan mengarah ke
kelangsungan hidup atau ke kebangkrutan. Dalam
hal ini estimasi dan judgment banyak digunakan.
Karena itu, akuntan dapat mengadopsi fair value
hanya apabila dengan pengukuran tersebut
reliabilitas informasi keuangan tidak berkurang.
27Auditors Legal Liability
- Apakah ancaman tuntutan hukum, apabila nilai
neraca mengandung kesalahan, mempengaruhi
kredibilitas pelaporan keuangan? - Ya. Apabila nilai neraca salah, misalnya
dinyatakan terlalu tinggi atau terlalu rendah,
maka kredibilitas laporan keuangan berkurang.
Apakah dinyatakan terlalu tinggi atau terlalu
rendah tergantung pada metode pengukuran yang
digunakan. Karena itu, untuk mengurangi tuntutan
hukum dan meningkatkan kredibilitas laporan
keuangan, akuntan mengambil sebagian
tanggungjawab investor dengan menggunakan fair
value terhadap laporan keuangan pokok. Berkaitan
dengan aktiva, ancaman terhadap tututan hukum
lebih besar terhadap akuntan apabila necara
dinyatakan terlalu tinggi dibandingkan dinyatakan
terlalu rendah. Sebaliknya berlalu bagi pasiva.
28Kasus untuk Diskusi
- Apa dampaknya terhadap reliabilitas laporan
keuangan apabila akuntan mengadopsi measurement
perspective? - Apa yang menjadi alasan mengapa perhatian
terhadap measurement perspective meningkat?